TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

Kerja Shift Bisa Membuat Disfungsi Ereksi?

Perubahan kerja dari penelitian ini dapat menurunkan testosteron.
Kerja Shift Bisa Membuat Disfungsi Ereksi?
Ilustrasi pria mengalami disfungsi ereksi

VIVA.co.id – Kerja shift diyakini bisa memengaruhi kesehatan karyawan, berdampak pada pola tidur, waktu makan, dan kemampuan berolahraga. Namun, sebuah tinjauan baru terhadap tiga penelitian telah memperingatkan jam kerja tidak teratur dapat mengurangi dorongan seksual pria dan mengurangi kesempatan untuk pria mempunyai anak.

Temuan ini juga terkait kekurangan tidur dengan masalah pada buang air kecil serta disfungsi ereksi. Perubahan kerja dari penelitian ini dapat menurunkan testosteron, yang memicu dorongan seks pria dan menyebabkan produksi air mani berkualitas rendah, sehingga menyulitkan pria untuk bisa mempunyai anak.

Ini adalah berita yang mengkhawatirkan mengingat sekitar 15 juta orang di Amerika Serikat dan tiga juta di Inggris bekerja di malam hari.

Dalam salah satu dari tiga studi tersebut, para peneliti memeriksa 75 pria tidak subur yang merupakan pekerja shift, 96 pria infertil dan 27 pria subur yang baru saja menjadi ayah.

Dua penelitian lainnya menganalisa hampir 2.500 pria yang mencoba kuesioner tentang masalah buang air kecil. Ini termasuk masalah seperti buang air kecil yang sering, mendesak, malam hari atau ragu-ragu.
Orang-orang tersebut juga ditanyai tentang kebiasaan berolahraga, penggunaan tembakau dan alkohol, dan kondisi medis apa pun yang mereka miliki, termasuk depresi.

Penulis studi Dr Alex Pastuszak, dari Baylor College of Medicine di Houston mengatakan, "Kami menemukan bahwa pada pria yang terlihat infertilitas, mereka yang bekerja shift malam, memiliki jumlah sperma yang jauh lebih rendah daripada yang tidak."

"Kami pikir terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur, mengubah kadar hormon dan ekspresi gen yang penting untuk memproduksi sperma," kata Dr Alex.

Dilansir laman Daily Mail, kata Dr Alex, karyawan yang bekerja shift bisa membuat orang mengalami gangguan tidur, yang menyebabkan insomnia atau kantuk berlebihan dan pengurangan waktu tidur karena jadwal kerja," Web MD melaporkan.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP