VIVALIFE

Melirik 10 Tempat Menarik di Saigon

Kota terbesar di Vietnam ini memiliki banyak situs wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Sabtu, 10 Oktober 2009
Oleh : Elin Yunita Kristanti, Renne R.A Kawilarang
Balai Kota Ho Chi Minh, Vietnam

VIVAnews - Tak salah bila Saigon dijuluki "Mutiara dari Timur Jauh." Kota terbesar di Vietnam bagian selatan ini mengalami perkembangan pesat sejak abad ke-18.

Saigon menjadi pusat perdagangan penting bagi para saudagar dari China, Jepang, dan Barat, yang mengarungi Sungai Saigon menuju Pulau Pho. Kota ini lalu berganti nama resmi menjadi Ho Chi Minh sejak 1976 untuk menghormati bapak kemerdekaan bangsa Vietnam - yang akrab dengan sebutan "Paman Ho." Namun, bagi sebagian warga setempat, Saigon masih tetap menjadi nama populer untuk menyebut kota berpenduduk sekitar 8 juta jiwa ini.

Setahun sebelumnya, kota yang menjadi pusat pemerintahan Vietnam Selatan itu dipersatukan oleh Vietnam Utara pada 30 April 1975. Perang saudara di Vietnam sejak 1959 yang melibatkan kekuatan-kekuatan asing pun berakhir.

Setelah sempat mengalami kemunduran selama beberapa tahun, mulai awal dekade 1990-an Vietnam mulai kembali bergeliat dan ekonominya tumbuh berkembang. Saigon, alias Kota Ho Chi Minh, kembali ditata dan dipercantik sehingga menjadi tempat yang menarik untuk para wisatawan manca negara.

Kendati di bawah kendali rezim komunis, masih banyak bangunan-bangunan peninggalan kolonial Prancis di Saigon yang tetap dirawat dengan baik. Bahkan, mesin-mesin perang milik Amerika Serikat (AS), seperti tank dan pesawat terbang, tidak mereka hancurkan.

"Bangunan peninggalan penjajah dan alat-alat perang milik mantan musuh tetap kami jaga dengan baik. Mereka justru menjadi andalan kami dalam mendatangkan pemasukan di sektor pariwisata," kata Hung Tran, direktur biro perjalanan wisata Viking Travel. 

Maka, ada beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi saat kita berada di Saigon.

1. Katedral Notre Dame

Dibangun selama 1877 dan 1883, tempat ibadah umat Katolik ini berada tepat di jantung kota Ho Chi Minh. Namun, bagi para turis, Katedral Notre Dame lebih cocok menjadi latar belakang yang menarik untuk berfoto. Kita pun bisa mengikuti ibadah yang diselenggarakan tiga kali sehari selama Senin-Jumat dan enam kali pada setiap hari Minggu.  

2. Gedung Opera

Bangunan klasik ini terletak di Jalan Dong Khoi dan berseberangan dengan Hotel Caravelle. Gedung Opera dibangun pada akhir abad 19 dan dipugar pada 1940-an. Tempat pertunjukan itu memiliki tiga tingkat dan memiliki 1.800 kursi bagi penonton. Gaya bangunan ini terinspirasi dari arsitektur Prancis dan banyak komponen gedung ini langsung didatangkan dari Prancis.

3. Kantor Pos Pusat

Berseberangan dengan Katedral Notre Dame, bangunan ini mulai dibangun pada 1886 dan selesai pada 1891 karya arsitek Prancis ternama, Villedieu. Memasuki Kantor Pos Pusat, para pengunjung bisa melihat dua peta bersejarah. Satu adalah peta "Saigon dan sekitarnya" yang dibuat pada 1892. Peta lain adalah "Jaringan telegram di Vietnam Selatan dan Kamboja" yang dibuat tahun 1936.

4. Balai Kota

Berlokasi tepat di seberang jalan utama Nguyen Hue Boulevard, bangunan ini dulunya adalah Hotel de Ville, yang selesai dikerjakan pada tahun 1908. Kini, hotel itu berubah fungsi menjadi kantor pemerintah Kota Ho Chi Minh. Di seberang bangunan ini didirikan patung "Paman Ho."

5. Pagoda Glac Lam 

Bangunan ini termasuk yang tertua di Saigon. Dibangun pada 1744, Glac Lam mencerminkan gaya arsitektur pagoda khas Vietnam Selatan. Para pengunjung akan terkagum-kagum melihat 98 pilar kayu yang sarat dengan ukiran. Pagoda ini juga menyimpan 113 patung Budha yang terbuat dari kayu pohon cempedak.

6. Masjid Pusat


Ini merupakan tempat ibadah tertua dan terbesar bagi umat Muslim di Saigon. Masjid ini dibangun pada 1935 oleh umat Muslim dari India bagian selatan. Tetap terjaga dengan baik dan bersih, bangunan ini memiliki arsitektur yang khas dan memiliki empat menara.

7. Istana Reunifikasi

Ini merupakan salah satu ikon Kota Saigon. Saat Vietnam masih terpecah, bangunan itu merupakan tempat kerja dan kediaman resmi presiden Vietnam Selatan hingga 30 April 1975. Bangunan yang terletak di lahan seluas 12 hektar itu dikenal sebagai salah satu bangunan termegah dan modern pada dekade 1960-an. Menariknya, istana itu memiliki jaringan terowongan dan bunker bawah tanah sebagai tempat perlindungan bagi presiden dari serangan bom.

8. Museum Peninggalan Perang

Diresmikan pada September 1975, obyek wisata dulunya bernama Museum Kejahatan Perang Amerika. Namun, berkat normalisasi hubungan dengan Amerika Serikat, pemerintah Vietnam mengganti nama tempat itu menjadi Museum Peninggalan Perang. Tempat ini menyimpan banyak peninggalan perang selama masa penjajahan dan invasi seperti alat-alat penyiksaan dan mesin-mesin perang yang ditinggalkan pasukan Prancis dan Amerika Serikat.

9. Hutan Mangrove Can Gio


Kawasan ini diakui sebagai Tempat Pelestarian Biosfer Dunia oleh Badan PBB Urusan Kebudayaan, UNESCO, pada tahun 2000. Seluas 75.740 hektar, hutan ini menjadi rumah bagi 150 macam flora, 137 spesies ikan, 31 spesies reptil, 4 spesies hewan mamalia, dan 130 spesies burung. Tak heran bila hutan ini menjadi tempat favorit bagi para pecinta lingkungan hidup dan pakar biologi.

10. Terowongan Cu Chi

Ini merupakan salah satu obyek wisata yang patut dikunjungi. Di terowongan bawah tanah inilah rakyat Vietnam menyusun kekuatan untuk mengusir penjajah Prancis dan Amerika Serikat. Memiliki jaringan sepanjang lebih dari 200 kilometer, terowongan Cu Chi menjadi rumah bagi para milisi Vietcong dan pasukan Vietnam Utara. Tempat yang terletak 70 km dari pusat kota Saigon ini merupakan simbol perjuangan sekaligus saksi biksu getirnya kehidupan yang dialami rakyat selama Perang Vietnam, yang berakhir pada 1975.  

TERKAIT
TERPOPULER